Bangkok...Never Sleep City!!!

Akhirnya saya menginjakkan kaki juga di Suvarnabhumi Airport. Tepatnya tanggal 08 - 12 Maret 2012, saya beserta dengan rombongan "team rusuh" akan menjelajahi beberapa sudut kota Bangkok yang menurut saya pas sekali dijuluki sebagai "Never Sleep City".

Ya...rasanya tidak akan aneh jika saya memberikan julukan seperti itu karena sejauh mata memandang, baik itu pagi hari maupun tengah malam selalu saja ada aktivitas jual beli yang dilakukan oleh banyak pedagang. Sehari berada disana, saya baru tahu bahwa para pedagang tsb mempunyai waktu ganti berjualan atau shifting. Setiap 6 jam sekali, pedagang akan bergantian dengan orang lain yang ingin menjajakan dagangannya di tempat yang sama. Wahh...saya saja sampai bingung kok ya bisa mereka bekerja seperti itu. Apakah mereka nggak capek ya?. Hhmm...

Saya dan teman-teman menginap di Grand Alpine Hotel yang terletak di daerah Pratunam (salah satu surga belanja bagi para wanita :D). Ada kejadian lucu..kebetulan pada saat kami baru tiba di Bangkok dan sudah malam hari, kami memutuskan untuk menyewa sebuah mobil berikut drivernya. Setelah beberapa saat mengelilingi daerah Pratunam dan belum menemukan hotel yang kami tuju, kami memutuskan untuk bertanya kepada seorang bapak penjaga di sebuah bangunan. Ternyata....bapak tsb adalah penjaga hotel kami dan kami ternyata berada di belakang hotel yang akan kami inapi!. Hahahaha...mau sampai kapan juga nggak akan nemu.

Hotel kami terbilang cukup nyaman walaupun kecil dan baru dibuka. Fasilitasnya cukup lengkap seperti kamar mandi di dalam, TV LCD, AC, WiFi, breakfast dan pelengkap standard lainnya. Tapi yang mengejutkan saya adalah walaupun kami tinggal di daerah Pratunam, tapi mayoritas penghuninya adalah warga INDIA. Bahkan acara TV-nya pun 80% INDIA!!!! Sejak saat itu, saya pun bertekad bahwa saya tidak akan pergi ke Pasar Baru selama 2 bulan ke depan. You know lah maksudnya apa :D.

Back to topic, pengurus hotelnya yaitu Mr. Pintu (nggak tau spellingnya bener/ga) pun sangat baik hati. Dengan pronouncation Inggris yang dicampur aksen India (yang notabene agak sulit dimengerti), beliau banyak memberitahu kami info dan tips untuk berjalan-jalan selama di Bangkok.

Memang dasarnya perempuan nggak jauh dari narsisme, sesampainya saya, Mathena dan Mba Santi (teman sekamar saya) di kamar, kami tidak membuang-buang waktu untuk segera mengabadikan diri kami dengan kamera. Semua angle kamar menjadi "korban" ke-narsis-an kami. Hahhahha...

Setelah puas berfoto dan meletakkan barang bawaan, kami langsung berkumpul di Lobi dan bersama-sama menjelajahi daerah sekitar hotel. Kami memulai petualangan dengan mencoba kuliner setempat. Mulai dari mangga potong, durian, sate ayam sampai mie rebus lokal yang rasanya ENAK banget!!!!.

Petualangan hari pertama kali ditutup dengan pencarian pulsa untuk nomor lokal sehingga BB bisa langsung aktif dan untuk apalagi selain...update status!!!.

Comments

Popular posts from this blog

Thinking Out Loud

Melek Teknologi

Apply visa Korea Selatan susah?