Day 2 : Grand Palace & Wat Pho Temple #Bangkok

Continue.....


Hari kedua saya di Bangkok sudah dimulai dari pagi hari. Tepatnya jam 10 pagi, saya dan teman-teman sudah berpakaian rapi lengkap dengan sepatu tertutup karena kami akan mengunjungi beberapa temple tersohor di Thailand. Rasanya tidak afdol kalau ke Thailand tidak mengunjungi temple-temple-nya bukan?.

Keputusan kami untuk menggunakan jasa driver dan mobil mini van tidak sia-sia karena ternyata perjalanannya sangat melelahkan dan puannassssss!!!!. Bahkan panasnya Jakarta nggak kerasa dibanding dengan panasnya Bangkok yang bisa membuat kepala jadi keliyengan, mandi keringat dan dehidrasi tingkat tinggi. Mobil mini van yang sangat nyaman dan driver yang ramah (namanya Mr. Somchai) menjadi sarana terbaik untuk melepas kelelahan kami. Namun karena rombongan saya dipecah menjadi 2 dimana 2 orang sudah pernah ke Grand Palace dan tidak ingin balik kesana, maka sisanya memutuskan untuk naik Taksi karena setelah dihitung-hitung lebih hemat naik Taksi dibanding naik Tuk-tuk ataupun transportasi lainnya (1 taksi dengan tarif 200 Baht dibagi untuk 5 orang).

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Grand Palace Temple. Grand Palace atau Phra Maha Borom Ratcha Wang merupakan tempat tinggal raja dan menjadi tempat diadakannya ceremony kerajaan. Karena Grand Palace ini merupakan salah satu objek wisata terkenal di Thailand, maka jangan heran jika kita sering menemukan schame / penipuan dari beberapa oknum tertentu.

Saya juga hampir terjebak oleh ulah para penipu ini. Jadi ceritanya pada saat kami baru saja tiba di Grand Palace, kami sempat kebingungan mencari pintu masuknya. Lalu ada seorang pria menghampiri kami dan bilang bahwa Grand Palace hari itu tidak dibuka dan dia menawarkan kami untuk pergi ke temple (wat) lain. Saya langsung info rombongan bahwa itu schame dan segera pergi meninggalkan pria itu (ini salah satu keuntungan dari membaca buku panduan wisata negara yang kita kunjungi sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangannya :D). Kami pikir aksi penipuan itu cukup sampai disitu. Ketika kami berjalan menuju gerbang di sebelah kiri (ada 2 gerbang..sebelah kiri dan kanan), kami pun terkena tipuan lagi oleh salah satu orang berpakaian seragam yang bilang bahwa Grand Palace lagi ditutup untuk acara ceremony dan baru akan buka siang hari.

Kami tidak percaya begitu saja dan memutuskan untuk pergi ke gerbang satunya karena kami lihat banyak bule yang masuk dari gerbang tsb. Dan ternyata....Grand Palace sudah dibuka sejak pagi dan sudah banyak pengunjung dari berbagai belahan dunia yang mengantri di tempat pembelian karcis!!!!. Untung kami tidak percaya dengan orang-orang itu.

Setelah mendapatkan karcis masuk dengan harga 400 Baht, kami langsung menelusuri tiap sudut Grand Palace. Memang nggak akan rugi jika kita mengunjugi temple yang satu ini karena kemegahannya sudah terasa ketika kami masuk. Hampir seluruh temple dan bangunan terbuat dari emas (nggak tau asli / palsu) dan berdiri kokoh di tengah lahan yang sangat luas.

Setiap temple tersusun dengan rapi dan areanya sangat luas sehingga waktu 2 jam yang kami alokasikan saja tidak cukup untuk mengitari seluruh area temple. Mungkin karena kami datang hari Jumat, temple hari itu sangat padat oleh turis-turis mancanegara. Saya juga melihat beberapa rombongan anak sekolah lokal yang sepertinya sedang study tour. Saya sendiri bukan merupakan tipe orang yang bisa berada dalam kerumunan banyak orang dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, setelah berfoto dengan beberapa bangunan, saya memutuskan untuk pergi ke area lainnya.

Salah satu keuntungan yang didapat selain mengetahui budaya Thailand melalui Grand Palace adalah banyak turis yang ganteng-ganteng!. Lumayan kan...saya sudah panas-panasan terus melihat "pemandangan mata" yang begitu segar. Hehehe. Bahkan saya, Mba Santi dan Mathena sempat menyukai 1 pria bule dan kami bertekad untuk berkenalan di pertemuan kedua. Tapi sayangnya kami tidak bertemu lagi. Bule itu seperti ditelan bumi :(.

Setelah 2 jam berlalu, kami memutuskan untuk keluar dari Grand Palace karena schedule kami yang sudah molor dari yang seharusnya. Dekat dengan Grand Palace, ada 1 temple yang juga terkenal yaitu Wat Arun. Jaraknya pun tidak terlalu jauh. Teman kami yang tidak ikut ke Grand Palace yaitu Jerry dan Shirley menjemput kami menggunakan mini van yang dikendarai oleh Mr. Somchai. Hfffttt.....kepala saya langsung cenut-cenut keluar dari Grand Palace saking panasnya. Bahkan rasa panas & pusingnya bertahan sampai malam sampai saya harus minum Panadol!.

Ketika sampai di Wat Pho, giliran saya dan Mba Santi yang memutuskan untuk tidak ikut serta menjelajahi temple karena kami sudah tidak kuat dengan teriknya matahari siang itu. Sayang memang ketika sudah ada di Bangkok tapi tidak masuk ke Wat Pho tapi apa daya. Kesehatan kami lebih penting karena kami masih lama untuk kembali ke Indonesia.

Walaupun saya tidak masuk ke Wat Pho, tapi dari cerita teman-teman yang masuk memang temple-nya tidak kalah bagus dengan Grand Palace. Wat Pho atau biasa disebut Reclining Budha atau Budha tidur terletak di area yang lebih kecil dari Grand Palace. Menurut cerita teman lagi, areanya juga lebih sejuk dari Grand Palace. Hhmm..
Selama teman-teman mengeksplor Wat Pho, saya dan Mba Santi menunggu di samping pintu masuk temple. Untungnya banyak pedagang yang berjualan sehingga kami bisa melihat-lihat kegiatan mereka. Coba kalau tidak...bisa mati gaya kami berdua!. Hehehe.

Kegiatan setengah hari kami di hari kedua ditutup dengan perburuan makanan dan oleh-oleh di daerah sekitar temple. Setelah itu kami bergegas menuju hotel untuk mandi dan bersiap-siap untuk acara malamnya yaitu Calypso Cabaret Show!!!! Yeahhhhh....:D

Comments

Popular posts from this blog

Melek Teknologi

Apply visa Korea Selatan susah?

Antar Kota Antar Negara