Pilih murah atau mahal?

Kalau ngomong soal liburan, mostly identik dengan yang namanya ticket pesawat apalagi kalau sudah liburan nyebrang pulau atau negara. Nah yang bikin niat liburan jadi maju mundur itu salah satunya adalah harga tiket pesawat yang serba mahal.

Waktu jaman saya masih kecil (baca : imut :)), pilihan maskapai penerbangan tidak sevariatif seperti sekarang. Seingat saya, maskapai nasional yang terkenal itu seperti Garuda dan Merpati. Jangan ditanya harga tiketnya berapa...yang pasti mahal sehingga kalau nggak penting-penting amat, ya nggak perlu liburan yang jauh supaya nggak perlu beli tiket pesawat.

Lain dulu lain sekarang. Saya berterima kasih sekali untuk seluruh pihak yang menyediakan budget airline sehingga naik pesawat pun sekarang bisa menyenangkan tanpa takut kantong kering. Karena budget airline pun, menurut saya membuat Full Service Airline memberikan harga kompetitif sehingga bisa tetap menarik minat penumpang penerbangan.

Nah, semenjak saya bekerja di pertengahan 2009, keinginan saya untuk liburan menggunakan pesawat mulai muncul dan terealisasi pertama kali satu tahun kemudian.

Liburan pertama kali menggunakan dana pribadi bersama teman saya yaitu Saskia dan Dian. Kami pergi ke Singapore tgl 4-7 Desember 2010. Namanya perdana, kami langsung cek seluruh ticket ke Singapore dengan harga murah yang disesuaikan dengan isi tabungan kami yang juga pas-pas-an :(. Pilihan kami jatuh kepada maskapai Air Asia dengan total harga bertiga PP Jakarta - Singapore sebesar Rp 2.271.000. Kalau dihitung per orang, maka saya membayar tiket pesawat sebesar Rp 757.000. Pada tahun 2010, harga tiket tsb belum bisa dikatakan murah sekali, tapi lumayanlah. Hehehe.

Setelah dari Singapore, dua tahun berikutnya saya pergi ke Bangkok bersama teman sekantor tgl 8-12 Maret 2012. Lagi-lagi saya tidak mendapatkan tiket murah karena booking tiket dadakan. Jakarta - Bangkok, kami menggunakan Air Asia dengan total biaya Rp 3.405.000 yang berarti 1 orang dikenakan biaya Rp 1.135.000. Sementara pulangnya, saya dan Mathena (salah satu teman saya dalam rombongan liburan) menggunakan Garuda Indonesia dengan biaya USD 162.62 (Rp 1.470.084,75). Total PP menjadi Rp 2.605.084,75....bandingkan dengan teman saya lainnya yaitu Jerry yang menggunakan Air Asia PP Jakarta - Bangkok hanya dengan biaya Rp 1.751.750!!!! Biaya itu sudah termasuk bagasi pulang 65kg!!!. Rasanya saya mau nangis saat itu...:(

Berbekal pengalaman liburan sebelumnya, maka saya jadi rajin buka website airline untuk cek siapa tau aja ada promo tiket murah. Hehehe. Tiket pesawat termurah yang pernah saya dapatkan ketika saya memutuskan pergi ke Korea Selatan bersama dengan tante dan kakak saya tgl 10-16 November 2012. Menggunakan maskapai Garuda Indonesia, kami mendapatkan harga tiket PP sebesar USD 1.088,58 atau setelah dirupiahkan menjadi Rp 9.922.407 (kurs dollar sekitar Rp 9.100). Per orang dikenakan biaya Rp 3.307.469!!!. Saya nggak pernah berharap dapat durian runtuh seperti itu...hehehe. Naik Full Service Airline ke Korea tapi dengan harga Budget Airline. 7 jam perjalanan direct flight pun jadi tidak berasa karena full entertainment di dalam pesawat. Ah...enaknya!!!.

Setelah perjalanan ke Korea, saya jadi semakin mudah mencari tiket pesawat yang murah. Kuncinya cuma 2 yaitu berdoa dan bersabar. Berdoa semoga Sang Pencipta berbelas kasih dan memberikan waktu (dan rejeki) yang tepat serta bersabar karena memang membutuhkan waktu ekstra untuk cek harga ke website airline atau situs reservasi penerbangan online yang saat ini sedang booming.

Teman-teman saya saja sampai heran kok bisa saya sering menemukan tiket murah dengan tanggal yang pas. Itu namanya rejeki kali ya??? hehehehe.

Untuk plan liburan saya tahun ini kali kedua ke Korea pun mendapatkan tiket murah. Kali ini menggunakan Singapore Airlines yang terkenal sebagai salah satu airline terbaik di dunia. Harga tiket normal ke Korea naik airline yang satu ini sekitar Rp 9-10 Juta untuk kelas ekonomi. Tebak saya dapat harga berapa??? hanya 4,8 Juta!!!. Ya...inilah buah kesabaran dan doa saya yang pengen banget kembali lagi ke Korea karena drama Korea yang lagi nge-hits.

Jadi menurut saya, liburan memang kita butuhkan apalagi untuk karyawan kantoran seperti saya. Tapi menghabiskan uang hanya untuk beberapa jam di pesawat sih agak sayang ya. Saya lebih memilih sisa budget akomodasi pesawat digunakan untuk shopping di tempat-tempat yang saya kunjungin. So...kamu pilih yang murah atau mahal?.

Comments

Popular posts from this blog

Melek Teknologi

Apply visa Korea Selatan susah?

Antar Kota Antar Negara