Antar Kota Antar Negara

Dimana ada harga murah disitulah diperlukan perjuangan untuk traveling. Namanya juga bukan luxury traveler jadi harus banyak akal untuk memperketat biaya pengeluaran. Hehehe.

Berawal dari pengalaman libur lebaran tahun lalu yang gagal total karena full seminggu di rumah dan tidak kemana-mana, akhirnya tahun ini, gue dan Kak Pesta (the only one sister I have) memutuskan untuk harus pergi traveling. Gue inget banget waktu itu di bulan Januari 2017 saat kami sedang menemani adik bontot kami di operasi, Gue, kak pesta dan Duben (my brother) sibuk ngutak-ngatik Traveloka, Trip Advisor dan Booking.com untuk cek ticket murah pas keberangkatan libur lebaran tahun ini. Hahaha...kayaknya kami tega banget ya malah merencanakan liburan disaat si bontot lagi di operasi, tapi percayalah he's really OK right now (operasi kecil kok).

Nah pas lagi ngulik web itu, muncul lah beberapa option tujuan negara yang plan akan dikunjungi. Mulai dari Singapore, Malaysia, Korea, Japan sampai London. Kenapa London masuk dalam list, nggak lain nggak bukan karena pengaruh Harry Potter yang sudah melekat sejak masih kecil. Kebetulan juga harga ticket PP KL - London - KL kena 9 Jutaan naik Emirates yang transit di Dubai. Lumayan kan dapat harga segitu pas libur lebaran pula. Hampir aja gue dan Kak Pesta nekat booking ticket eh tapi gue terus langsung mikir lagi, ke London cuma pas libur lebaran which is cuma 7 hari dan nggak extend pula...belum lagi waktunya mepet untuk save modal traveling...walah, yang ada malah babak belur karena harga tsb belum termasuk ticket Jakarta - KL, hotel, visa, dll. Karena tujuannya emang salah satunya mau ke wahana Harry Potter dan Universal Studio Osaka sudah buka wahana The Wizzard of Harry Potter, ya sudah kami ubah plan jadi ke Jepang deh dengan rute : Jakarta - Kuala Lumpur - Singapore - Tokyo - Singapore - Kuala Lumpur - Jakarta untuk trip tgl 24 Juni - 01 Juli 2017. Lah kenapa nggak langsung terbang direct dari Jakarta ke Tokyo saja? Percayalah....muahallll! Gue juga bingung kenapa terbang dari Jakarta lebih mahal dari KL padahal kan sama-sama libur lebaran juga. Lah kenapa harus ke Singapore? Iyaaa...kudu wajib transit ke Singapore karena kami dapat ticket murahnya naik Singapore Airline yang base camp-nya di Singapore. Sementara Jakarta - Kuala Lumpur - Jakarta harus cari maskapai terpisah lagi. Jadi kalau dipecah, rutenya jadi kayak gini :
● 24 Juni 2017 pagi jam 09:35 - 12:35 local time (LT) = Jakarta - KL naik Malindo Air
● 24 Juni 2017 malam jam 21:45 - 22:40 (LT) = KL - Singapore naik Silk Air (child company Singapore Air)
● 24 Juni 2917 malam  jam 23:55 - 08:00 tgl 25 Juni 2017 (LT) = Singapore - Tokyo Narita naik Singapore Air
● 30 Juni 2017 siang jam 14:45 - 21:00 (LT) = Tokyo Narita - Singapore naik Singapore Air
● 01 Juli 2017 pagi jam 08:05 - 09:10 (LT) = Singapore - Jakarta naik Tiger Air

Seharusnya tgl 01 Juli flight originalnya naik SQ dari Singapore ke KL jam 10:15 sampai jam 11:15 di KL terus lanjut flight berbeda ke Jakarta tapi karena badan udah capek terus malah bolak-balik (ya kali flight dari Singapore ke KL 1 jam terus dari KL ke Jakarta 2 jam) belum lagi biaya flight KL - Jakarta lebih mahal dibanding Singapore - Jakarta, yowes...direlakan saja ticket SQ Singapore - KL nya hangus 😣.

Jadi ini pengalaman pertama gue dalam 1 hari antar kota antar negara...jangan ditanya lagi capek atau nggak. Pastinya capek badan...apalagi capek pikiran karena 3x naik turun pesawat. Masih worry aja kan ya selama terbang...tapi thank God ternyata semua penerbangan berjalan dengan aman, nyaman dan tenang (walaupun flight dari Tokyo ke Singapore sempat ada technical issue sampai harus push back ke gate awal dan harus nunggu di dalam pesawat kurang lebih 1 jam...deg-deg serr juga). Hahaha!. So...perjalanan kali ini udah kayak naik bus AKAP!.

Comments

Popular posts from this blog

Melek Teknologi

Apply visa Korea Selatan susah?